Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi ku bopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.
Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening : Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil.
Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Pernikahan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka-sangka, "Dew" hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartemen yg kubelikan untuknya.
Dew berkata, "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis." Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.
Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot,Ok!! Aku ada sedikit urusan dikantor". Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.
Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.
Sejujurnya ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apayg akan kau lakukan?"
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari dirinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia
akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Dia kelihatan sedikit curiga. Dia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dew berkata padaku,"He Ning, ceraikan Ia, Ok? Lalu kita akan hidup bersama."
Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, aku memegang tangannya. "Ada sesuatu yg harus kukatakan".
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, "kenapa?"
"Aku serius." Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, "Kamu bukan laki-laki!!"
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkimpoian kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.
Dengan perasaan yg amat bersalah, aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa
bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yg telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras di depanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya.
Dan pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya : ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.
Alasannya sangat sederhana : Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?
Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.
Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku di lenganmu",
katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita.
Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."
Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia
mencemooh kata-katanya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama, mesra sekali".
Kata-katanya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan dirinya dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut,"mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit
bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan akupergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,
Kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya.
Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini.
Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi. Beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar. Hati-hati kalau kamu lewat sana."
Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang
suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.
Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan keenam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yg telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Dew tentang hal ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya.
Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopong mu sekarang"
Tapi tiba-tiba aku menyadarinya, sebab ia semakin kurus, itu sebabnya
aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat.
Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit.
Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.
"Pa, sudah waktunya membopong mama keluar." Baginya, melihat papanya
sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting.
Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat.
Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.
Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami.
aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami.
Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat.
Anak kami telah kembali ke sekolah.
Ia berkata,
"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua."
Aku memeluknya dengan kuat dan
berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu.
Aku berkata padanya," Maaf Dew, aku tidak ingin bercerai. Aku serius".
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam."
Kutepiskan tanganya dari dahiku.
"Maaf Dew, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,
bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku8.
Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu".
Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadakudan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.
Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga. Ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjualnya bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum dan menulis :
"Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua."
"Nice Story"
Wednesday, May 12, 2010
Friday, April 30, 2010
Thursday, April 29, 2010
DETIK TERAKHIR
By.Lyla
Usap air matamu
Dekap erat tubuhku
Tatap aku sepuas hatimu
Nikmati detik demi detik
yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi
Hirup aroma tubuhku
yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu
Gundahmu...
Nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
Nyanyikan lagu indah
Tuk melepasku pergi dan tak kembali
Nikmati detik demi detik
yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi
Hirup aroma tubuhku
yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu
Gundahmu...
Nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
Nyanyikan lagu indah
Tuk melepasku pergi dan tak kembali
Nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
Nyanyikan lagu indah
Tuk melepasku pergi ...
Ku pergi...
Nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
(Mungkinkah aku kembali)
Nyanyikan lagu indah
Tuk melepasku pergi dan tak kembali
Usap air matamu
Dekap erat tubuhku
Tatap aku sepuas hatimu
Nikmati detik demi detik
yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi
Hirup aroma tubuhku
yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu
Gundahmu...
Nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
Nyanyikan lagu indah
Tuk melepasku pergi dan tak kembali
Nikmati detik demi detik
yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi
Hirup aroma tubuhku
yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu
Gundahmu...
Nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
Nyanyikan lagu indah
Tuk melepasku pergi dan tak kembali
Nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
Nyanyikan lagu indah
Tuk melepasku pergi ...
Ku pergi...
Nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
(Mungkinkah aku kembali)
Nyanyikan lagu indah
Tuk melepasku pergi dan tak kembali
Friday, April 2, 2010
"malam pertama yg mengesankan"
lupa kapan tepatnya pesan ini masuk ke inbox FBq, yang aku ingat adalah aku membacanya ba’da magrib.
Jadi merinding membacanya. Biar banyak yang baca dan banyak yang makin merasakan manfaatnya dan bisa membuat hidup ini lebih hidup.
Satu hal sebagai bahan renungan Kita…Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan HawaJustru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanaksaudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakanMandipun…harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka….
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok Kita….Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. .,Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ….jarang orang memakainya..Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita…Bagian kepala..,badan. ..,
Dan kaki diikatkanTataplah…. tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah
DzikirAkad nikahnya bacaan talkin…Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluanSiraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya…. . Tiba masa pengantin..Menunggu Dan ditinggal sendirian…Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..Dan ketika 7 langkah tlah pergi….Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur…..Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu….Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan… ..Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terimaKita sungkan sekali meneteskan air mata…Seolah barang berharga yang sangat mahal…Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..Atau melemparkan dirimu ke neraka..Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga…Tapi….tapi …..sudah pantaskah sikap kita selama ini…Untuk disebut sebagai ahli syurga
Baca jika anda ada waktu untuk ALLAH..
Bacalah hingga habis.
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.
ALLAH, bila saya membaca tulisan ini, saya pikir sayatidak ada waktu untuk ini….Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadarbahwa pemikiran semacam inilah yang ….Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia ini.
Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hariJum’at……Mungkin malam JUM’AT?Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?Kita suka ALLAH pada masa kita sakit….Dan sudah pasti waktu ada kematian…Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruanguntuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?Karena…Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnyamengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka… …Bahwa nun jauh di sana masih ada tempat dan waktu dimanaALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yangtelah DIA berikan kepada kita.DIA telah memberikan segala-galanya kepada kitasebelum kita meminta.ALLAHDia adalah sumber kewujudanku dan PenyelamatkuIA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.Susah vs. SenangKenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesaiceramah kita segar kembali?Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kitabangga mem “forward” kan email yang tak senonoh?Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.Solat adalah yang terbaik…. Tidak perlu bayaran ,tetapi ganjaran lumayan.
Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusiaTIDAK Beriman PADA ALLAHsetelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi nerakabagi mereka.Tidakkah lucu bila seseorang berkata “AKU BERIMAN PADA ALLAH” TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also “believes” in ALLAH ).
Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuanemail lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali.,tetapi bila anda mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10kali untuk berkongsi?Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulaimengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua rekan andakarena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pastiapakah mereka suka atau tidak?.Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risauakan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadapanda.Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan inikepada semua rekan mereka di rahmati ALLAH.dariku:Ya Allah semoga Engkau anugerahkan kami kemampuan untuk mempersiapkan hari itu dengan baik, untuk mengisi hari- hari kami dengan kegiatan- kegiatan yang bermanfaat dengan niat hanya untuk beribadah kepadaMu, Ya Rabb. Aamiin.
Thks tuk Hendri tuk Emaily.aQ posting neh
Jadi merinding membacanya. Biar banyak yang baca dan banyak yang makin merasakan manfaatnya dan bisa membuat hidup ini lebih hidup.
Satu hal sebagai bahan renungan Kita…Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan HawaJustru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanaksaudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakanMandipun…harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka….
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok Kita….Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. .,Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ….jarang orang memakainya..Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita…Bagian kepala..,badan. ..,
Dan kaki diikatkanTataplah…. tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah
DzikirAkad nikahnya bacaan talkin…Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluanSiraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya…. . Tiba masa pengantin..Menunggu Dan ditinggal sendirian…Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..Dan ketika 7 langkah tlah pergi….Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur…..Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu….Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan… ..Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terimaKita sungkan sekali meneteskan air mata…Seolah barang berharga yang sangat mahal…Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..Atau melemparkan dirimu ke neraka..Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga…Tapi….tapi …..sudah pantaskah sikap kita selama ini…Untuk disebut sebagai ahli syurga
Baca jika anda ada waktu untuk ALLAH..
Bacalah hingga habis.
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.
ALLAH, bila saya membaca tulisan ini, saya pikir sayatidak ada waktu untuk ini….Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadarbahwa pemikiran semacam inilah yang ….Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia ini.
Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hariJum’at……Mungkin malam JUM’AT?Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?Kita suka ALLAH pada masa kita sakit….Dan sudah pasti waktu ada kematian…Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruanguntuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?Karena…Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnyamengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka… …Bahwa nun jauh di sana masih ada tempat dan waktu dimanaALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yangtelah DIA berikan kepada kita.DIA telah memberikan segala-galanya kepada kitasebelum kita meminta.ALLAHDia adalah sumber kewujudanku dan PenyelamatkuIA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.Susah vs. SenangKenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesaiceramah kita segar kembali?Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kitabangga mem “forward” kan email yang tak senonoh?Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.Solat adalah yang terbaik…. Tidak perlu bayaran ,tetapi ganjaran lumayan.
Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusiaTIDAK Beriman PADA ALLAHsetelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi nerakabagi mereka.Tidakkah lucu bila seseorang berkata “AKU BERIMAN PADA ALLAH” TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also “believes” in ALLAH ).
Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuanemail lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali.,tetapi bila anda mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10kali untuk berkongsi?Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulaimengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua rekan andakarena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pastiapakah mereka suka atau tidak?.Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risauakan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadapanda.Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan inikepada semua rekan mereka di rahmati ALLAH.dariku:Ya Allah semoga Engkau anugerahkan kami kemampuan untuk mempersiapkan hari itu dengan baik, untuk mengisi hari- hari kami dengan kegiatan- kegiatan yang bermanfaat dengan niat hanya untuk beribadah kepadaMu, Ya Rabb. Aamiin.
Thks tuk Hendri tuk Emaily.aQ posting neh
Friday, March 12, 2010
BUKA HATIMU
Buka Hatimu
oleh: Armada Band
Aku telah lelah mengikuti
Semua langkah kakimu
Dan berharap bisa memilikimu
Berbagai cara telah aku lakukan
Untuk hidupmu
Hingga aku mengorbankan hidupku
Reff:
Buka hatimu
Bukalah sedikit untukku
Sehingga dirikuBisa memilikimu
Berbagai cara telah aku lakukan
Untuk hidupmu
Hingga aku mengorbankan hidupku
Buka hatimu
Bukalah sedikit untukku
Sehingga diriku
Bisa memilikimu
Betapa sakitnya
Betepa perihnya hatiku
Selalu dirimu tak menganggap ku ada
oleh: Armada Band
Aku telah lelah mengikuti
Semua langkah kakimu
Dan berharap bisa memilikimu
Berbagai cara telah aku lakukan
Untuk hidupmu
Hingga aku mengorbankan hidupku
Reff:
Buka hatimu
Bukalah sedikit untukku
Sehingga dirikuBisa memilikimu
Berbagai cara telah aku lakukan
Untuk hidupmu
Hingga aku mengorbankan hidupku
Buka hatimu
Bukalah sedikit untukku
Sehingga diriku
Bisa memilikimu
Betapa sakitnya
Betepa perihnya hatiku
Selalu dirimu tak menganggap ku ada
Subscribe to:
Posts (Atom)

